Sejarah Desa

Asal Mula dan Sejarah Desa Pecangaan Kulon

  1. Menurut Cerita Rakyat Setempat

Narasumber : H. M. Sunardi Hasbi (Tokoh Masyarakat)

Dari cerita yang berkembang di kalangan masyarakat, konon pada zaman dahulu di desa Pecangaan Kulon terdapat banyak sekali burung Cangak (sejenis burung hantu), karena jumlahnya yang sangat banyak maka orang-orang menamakan tempat tersebut Pecangaan dan Kulon yang artinya adalah barat (dalam Bahasa Indonesia) merupakan tempat di mana hinggapnya burung Cangak tersebut. Dari cerita tersebut kemudian dinamakan Desa Pecangaan Kulon.

 

  1. Menurut Pemerintah Desa Pecangaan Kulon

Narasumber : H. Sunarto (mantan Petinggi Pecangaan Kulon)

Sejarah desa Pecangaan Kulon tidak dapat dipisahkan dari peperangan antara Sultan Hadlirin dan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Dalam peperangan tersebut Sultan Hadlirin terbunuh oleh Arya Penangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kalinyamat Adipati Jepara. Selanjutnya jenazah Sultan Hadirin dibawa ke Jepara dengan cara dipikul oleh pengikutnya.

Singkat cerita, ketika para pemikul sudah sampai pada suatu tempat, mereka menghirup bau busuk, dalam bahasa Jawa “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut diberi nama Desa Purwogondo. Kemudian saat melewati suatu daerah terjadi angin ribut yang menimbulkan suara kemrasak. Dari kejadian itu daerah tersebut dinamakan desa Krasak karena suara kemrasak yang ditimbulkan angin ribut di daerah tersebut.

Setelah melewati daerah tersebut sampailah rombongan jenazah melewati suatu daerah, karena banyak debu yang beterbangan karena tertiup angin, sehingga daerah tersebut dinamakan desa Lebuawu. Sesampainya di daerah Pecangaan para pengikut melihat burung Cangak (sejenis burung bangau) yang hinggap di atas pohon, kemudian tempat tersebut dinamakan Pecangaan, kata kulon sendiri karena letak pohon tempat hinggapnya burung Cangak tersebut berada di sebelah barat, makanya dinamakan desa Pecangaan Kulon.